Herewith, we would like to thank you to all of you in IJN:
- Dr Haifah & Dr Hasri Samion
- Dr Dato Azhari Yakub & Team
- Doctors in Wad Melor
- Nurse in ICU who had cared Louice for 1 day untill she was moved to Wad Melor...
- All nurses in Wad Melor, they are helpful, professional and strict with the rules...
- Mr Vincent Wan, thank you for your attention...
- Ms Ruzana, when we were confused with news that our daughter was pass away, you helped us with good news, thank you very much....
- Ms Dini, thank you for the information & administration you've provide...
- Ms Anum & Ms Suhana, thank you for helping us to order IJN's car service...
- Ms Rohaya, although the refund more than 2 weeks as the promise, but thank you very much....
- Customer services, security & driver....
Overall, we are satisfied with IJN's services. All of you are nice, helpful, professional and strict with the rules (it is difficult to strict with the rules in Jakarta sometime).
One night, I forgot that only 1 person could stay in HHD room (HHD / ???, the room in front of nurses' table); the security and nurse asked me to leave the room even that time was 00.30 / 01.00 am....Although sitting in sofa near the door, I couldn't get permission. Honestly I didn't feel OK that night since it's too late if I had to go to hotel by taxi alone... But finally, I could realize that "It's the RULE...".
Five days after operation, our daughter had permission to check-out since her condition has been OK......We were very AMAZING.....only 5 days after heart surgery... So we could say that IJN is not commercial by retaining the patient to stay longer there... Also we realized that this condition had made us to get refund from IJN...
And it's still amazing for us until this time.....GOD has brought us to the right place...
We always tell our family and friends that we are satisfied with IJN's services. We state in Louice's blog that she has been operated in IJN. Also we have told Prof Soedigdo Sastroasmoro (Louice's doctor in Jakarta), who has recommended IJN to us, about our experince during in IJN. So if you need our opinion / recommendation for private / foreign patient, especially from Indonesia, please feel free to contact us....
Once again, thank you very much for your nice services...
Our daughter, Louice, give the best wishes for all of you...
IJN is a memory that Louice will always remember in her life...
God Bless You All...
Warm regards,
Nelson, Desy & Louice
Read more...
Hii semuanya........
Louice sudah pulang lho ke Jakarta, waktu tanggal 18 Agustus 09.....ceritanya boleh disambung lagi ya....
Puji Tuhan, semuanya berjalan dengan lancar, kuasa dan mujizat Tuhan Yesus luar biasa dalam proses operasi Louice dan pemulihannya...
Jadi waktu itu saya, Louice dan susternya berangkat hari Senin tgl 3 Agustus 09. Besoknya Louice dibawa ke IJN utk ketemu pediatric cardiologist-nya, Dr Mazeni Alwi; ternyata dokter ini sedang ke Jepang sehinggal digantikan oleh Dr Haifah. Louice menjalani prosedur seperti biasanya, di rontgen, ECG, baru ketemu dokternya utk di Echo. Dr Haifah mengatakan Louice bisa langsung dioperasi tidak perlu dilakukan katerisasi terlebih dahulu (seperti yang disarankan dokter disini); walaupun tekanan di paru-paru sudah tinggi tetapi kondisinya masih OK utk dioperasi. Hari itu juga Louice dirawat di IJN.
Rabu pagi, saya ketemu dengan asisten dokter bedahnya, orang India Dr Paneer. Dia bilang operasi dilakukan Kamis pagi jam 9 oleh Dr Dato Azhari Yakub (belakangan saya tahu kalau Dr Azhari ini adalah dokter bedah jantung anak no 1 di IJN). Saat itu juga saya disuruh menandatangani surat operasi. Saya sempat bingung karena Nelson baru akan sampai di KL Kamis sore dan pagi itu saya belum bisa menghubungi dia, HP nya mati. Saya tahu harus memutuskan saat itu juga, akhirnya surat operasi saya tanda-tangani. Saya hanya berpikir kalau minta untuk diundur jadwalnya akan lama lagi dan saya berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa ada / tanpa Nelson, Louice akan dioperasi dengan penyertaan Tuhan Yesus.
Kamis pagi, saya dibolehkan menggendong Louice sampai dia disuntik obat bius di ruang operasi. Sebelum meninggalkan ruang operasi saya hanya bisa mencium dia dan memberkati dia dengan mengatakan Dalam Nama Tuhan Yesus......... Susternya mengatakan operasi akan berlangsung sekitar 4-5 jam. Saya menunggu sambil berdoa terus untuk menemani Louice berjuang dalam ruang operasi; hanya doa yang bisa saya lakukan karena saya 100% tidak mengerti apa yang terjadi di dalam ruang operasi tersebut. Tetapi satu hal yang saya tahu pasti saat itu bahwa Tuhan Yesus yang memberi kekuatan kepada Louice dan Tuhan Yesus yang memakai tangan dokter dan teamnya dalam melakukan pembedahannya. Saat itu tidak akan pernah saya lupakan, dimana saya merasakan bahwa hanya Tuhan Yesus saja yang menjadi pegangan dan harapan saya satu-satunya....tidak ada seorang lain atau sesuatu hal lain yang bisa saya andalkan kecuali kasih karunia-Nya saja. Di saat yang hampir bersamaan, Nelson dan Eunice pun ada dalam pesawat menuju ke KL, sesuatu hal yang saya doakan juga supaya mereka sampai dengan selamat di KL.
Kira-kira jam 1 siang, saya dipanggil utk melihat Louice di ICU setelah selesai operasi. Ternyata operasinya hanya butuh waktu 3 jam-an saja, lebih cepat dari perkiraan. Asisten dokter bedahnya yang lain lagi mengatakan bahwa kondisi Louice stabil, tidak ada pendarahan dan tidak ada hal-hal yang perlu dikuatirkan. Saat itu rasanya sangat lega dan ucapan syukur kepada Tuhan Yesus yang luar biasa.....saya semakin dikuatkan bahwa Dia terlibat sepenuhnya dan sangat mengasihi Louice.
Waktu besuk di ICU hanya jam 6-8 malam saja; sore itu saya besuk Louice di ICU bersama2 Nelson (sudah datang sesaat sebelumnya...). Louice sudah sadar (jam 3 an katanya dia sadar). Melihat kami, dia menangis pelan, dia hanya bisa eugh...eugh...eugh...suatu pemandangan yang membuat saya menangis pertama kalinya.... Rasanya nga tega melihat anak sekecil dia dengan banyak selang ditubuhnya dari atas sampai bawah dan hanya bisa menangis pelan saja..... Waktu 2 jam tidak berasa, kami sudah harus meninggalkan dia hanya dengan suster ICU nya saja. Apalagi ketika kami pergi, dia melihat ke arah kami dan menangis lagi...... Tetapi susternya meyakinkan kami bahwa jika terjadi apa2 mereka akan menghubungi kami segera. Jadi kami disarankan untuk pulang ke hotel saja.
Hari Jumat tgl 7 Agst 09 adalah hari yang tidak akan pernah bisa Nelson & saya lupakan. Di hari ini kami mengalami kejadian yang LUAR BIASA yang kami imani bahwa hal ini memang diijinkan Tuhan Yesus untuk kami nikmati.....
Kira-kira jam 11 siang kami menjemput susternya Lui di IJN utk dibawa makan siang di Suria KLCC, Mal di Petronas, karena jaraknya tidak begitu jauh. Kami pikir kasian juga susternya karena makanan di cafetaria IJN tidak terlalu enak. Saat kami makan, kira-kira jam 12.30 KL, saya ditelepon adik saya dari Jakarta yang mengabarkan bahwa Louice "lewat" alias "meninggal". Dia mengatakan ada telepon dari IJN ke rumah kami di Bekasi yang mengabarkan hal ini dan diterima oleh mertua saya. Perasaan saya saat mendengar hal itu sudah tidak mau saya rasakan lagi saat ini, bermacam-macam pikiran muncul di kepala ini, BINGUNG yang ada.......... Kami segera turun mencari taxi untuk kembali ke IJN. Nelson dan saya hanya bisa diam di dalam taxi dengan pikiran kami masing-masing, sementara susternya Louice sudah nangis-nangis terus... Di tengah kebingungan ini, saya berusaha menelepon Marketing Manager dari IJN untuk membantu saya mengecek ke ICU ttg kebenaran berita ini. Jalanan menuju IJN siang itu agak padat, sehingga saya merasa lama sekali perjalanan saat itu..........dan sesaat saya sampai di Lobby IJN baru saya mendapat telepon dari Marketing Manager nya itu...Ibu itu bilang kalau Louice baik-baik saja, dia hanya dipindahkan dari ICU ke Wad Melor (nama blok perawatan anak) karena kondisinya sudah stabil........setengah tidak percaya saya terus bertanya kepada ibu ini untuk meyakinkan diri kalau Louice masih hidup.........Lemas sekali rasanya saat itu...saya langsung lari ke atas bersama susternya Louice dan mendapatkan Louice memang masih hidup dan sedang menangis karena tidak ada yang menemani....
Teman-teman.........rasa syukur yang luar biasa kepada Tuhan Yesus karena ternyata Dia masih mempercayakan Louice kepada kami....... Sampai dengan saat ini saya masih tidak tahu susternya yang mana yang menelepon ke Jakarta, karena suster2 di Wad Melor mengatakan tidak ada yang menelepon ke Jakarta, mungkin saja suster di ICU...tetapi saya sudah tidak mau tahu lagi tentang hal ini. Buat saya pribadi, sungguh ini sebuah Shock Terapy dari Tuhan yang luar biasa, pengalaman kehilangan anak selama kurang lebih setengah jam..... Jika membayangkan kejadian ini sekarang, saya hanya bisa tersenyum lega saja...
Di ruang perawatan anak ini Louice cukup 2 hari saja, dimana selang satu per satu dicabut juga. Kondisinya terus stabil dan kuat sehingga hari ke 4 sudah dipindah ke kamar biasa........... Mujizat luar biasa terjadi lagi, hari ke 5 setelah operasi Louice "diusir" dari rumah sakit untuk dibawa ke hotel saja karena menurut dokter berdasarkan hasil Echo siang itu hasilnya sudah OK semua.......... Setengah tidak percaya akhirnya saya sibuk2 mengurus administrasi dan mencari hotel untuk Louice.... Dan ternyata Tuhan Yesus itu LUAR LUAR BIASA sekali.........bukan itu saja yang Dia lakukan untuk kami, tetapi Dia membuat hal lain yang membuat Nelson & saya berdecak kagum........ Masalah biaya sekarang.... Kami bukan hanya tidak kekurangan bayar dengan masalah biaya operasi ini, tetapi Dia sanggup membuat saya mendapatkan REFUND dari uang deposit kami di rumah sakit tersebut, refund yang tidak kecil jumlahnya, sekitar 37,5% dari deposit yang sudah dibayarkan kami mendapatkan refund dari IJN... Buat Nelson & saya ini sungguh FANTASTIC, benar-benar di luar dugaan kami...
Selama 6 hari Louice di hotel menunggu untuk dibawa kontrol kembali ke IJN...tgl 17 Agst 09 Louice saya bawa kontrol dan hasilnya OK semua dan dokter mengijinkan Louice dibawa pulang keesokan harinya tanpa harus kembali kontrol ke sana, karena sudah bisa dilanjutkan di Jakarta saja. Akhirnya kami pulang ke Jakarta Selasa sore...Selama 5 hari di rumah di Bekasi, Louice sudah kelihatan lebih banyak tersenyum, sudah mau bermain-main dan tampak lebih segar...
Terima kasih buat teman-teman semua...dukungan dan doanya LUAR BIASA DAHSYAT...
Nelson & saya tidak bisa memberikan apa-apa tetapi Tuhan Yesus sudah tentu tahu semua ini dan akan membalaskannya kepada teman-teman semua.
Semoga pengalaman iman yang luar biasa dari Tuhan Yesus kepada kami ini bisa memberkati dan menguatkan iman teman-teman juga.
Jangan lupa, apapun masalah yang kita alami, Tuhan Yesus kita adalah Allah yang dahsyat, pekerjaannya tidak akan terpikirkan oleh kita....
GOD BLESS YOU ALL....
Thank You Jesus...
You're so Beautiful, Powerful and Unbelievable...
Only You, Jesus, can DO like this...
We Love You...
Read more...
Dear All,
Mau cerita sedikit nich boleh ya.......
Akhirnya...setelah sekian lama mempertimbangkan, Nelson & saya memutuskan untuk mengoperasi jantung bocornya Louice. Sekarang ini kondisi bocornya semakin bertambah besar dan jantungnya tetap bengkak, yang mengakibatkan tumbuh kembangnya terhambat banyak, berat badannya saja masih 5.3 kg sekarang ini...
Pemeriksaan terakhir ada 4 bocor:
- Bilik kiri (VSD) : 10 mm
- Serambi kiri (ASD) : 6 mm & 4 mm
- PDA (saluran darah di bagian bawah) : 5 mm
Walaupun keadaannya seperti di atas, kondisi Louice sangat sehat dan stabil. That's a miracle!
Saya, Louice & susternya akan berangkat ke Kuala Lumpur hari Senin besok tgl 3 Agustus 09, pesawat 11.30.
Kalau Tuhan Yesus mengijinkan, Louice akan diperiksa & dioperasi di Institut Jantung Negara (IJN), di Kuala Lumpur.
Rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang direkomendasikan oleh Prof. Soedigdo, dokternya Louice di Medistra.
Rencana awal, bulan Juni yang lalu saya akan membawanya ke Penang Adventist Hospital di Penang. Tetapi ada beberapa kendala termasuk dokternya yang akan cuti panjang selama bulan Juli sehingga rencana ke Penang harus diundur sampai awal Agustus. Sekitar akhir Juni, Nelson & saya mulai mempertimbangkan untuk melakukan operasi di Jakarta saja, entah itu Harapan Kita atau RSCM. Tgl 4 Juli 09 kami coba discuss dengan Prof. Soedigdo mengenai hal ini, tetapi dia malahan menyarankan untuk operasi dilakukan di IJN ini dengan pertimbangan resiko infeksi di Jakarta masih lebih tinggi karena ICU service masih kurang bagus jika dibandingkan di KL. Biayanya memang lebih mahal dibandingkan di Jakarta ataupun Penang, belum lagi ditambah dengan extra biaya akomodasi di KL. Setelah operasi Louice harus menjalani pemulihan sekitar 2-3 minggu, sehingga total keberadaan kami di KL menjadi sekitar 4 minggu…. Tetapi kami merasa jalan untuk ke IJN ini Tuhan Yesus bukakan semuanya, mulai proses pencarian informasi, pendaftaran, dokternya, akomodasinya dan tentunya yang sangat penting dananya juga disediakan kepada kami. Akhirnya kami merasa yakin untuk membawanya ke Kuala Lumpur...
Satu hal yang terus kami imani bahwa apa yang sudah Tuhan Yesus bukakan tidak akan ada seorangpun / sesuatu hal pun yang dapat menutupnya; dan tentu saja kami juga percaya sekali walaupun uang untuk biaya operasi ini sangat besar dan sangat berat, tetapi Tuhan Yesus tidak akan membuat kami kekurangan bahkan bangkrut.
Harapan kami saat ini kondisi Louice stabil, dokter dan peralatan di IJN Tuhan pakai secara luar biasa dan dananya dicukupkan untuk kami.
Akhirnya, kami mohon doanya dari teman-teman semua agar operasinya berjalan lancar & berhasil, dan kami bisa pulang membawa Louice dalam keadaan sehat sempurna... Doa dari teman-teman semua sangat berarti buat Louice...
Terima kasih atas informasi, perhatian dan dukungannya selama ini…..semuanya sangat berarti untuk saya secara pribadi. Saat-saat saya dalam keadaan stres, bingung….perhatian dan dukungan dari teman-teman semuanya membantu saya untuk bangkit dan percaya bahwa Tuhan Yesus punya rencana yang baik dengan mengijinkan semuanya ini saya alami dan semuanya akan menjadi lebih baik dan indah apapun yang terjadi pada akhirnya…
Dan cerita akan saya sambung lagi awal bulan September nanti ya sepulangnya dari KL….
God Bless You All...
Warm regards,
Desy
Read more...
Sejak setahun lalu Desy dan saya selalu bertanya apakah Louice harus dioperasi atau tidak. Hal yang terpenting selalu kami sadari adalah 'semua ini adalah rencana Nya', tanpa keyakinan itu kami tidak dapat memutuskan dan berjalan dengan yakin.
Dari bulan Februari 2009, jelas sekali bahwa Tuhan mengijinkan Louice untuk di operasi. Pertanyaan-pertanyaan mengenai hal ini sering Desy ajukan kepada pendeta ditempat kami beribadah. Semakin hari, kami diyakini bahwa operasi merupakan salah satu sarana 'Jalan Allah'.
Louice yang berumur 1 tahun lebih 3 bulan sekarang, tidak berkembang sejalan umurnya, bisa duduk dengan baik pada umur 1 tabuh lebih 2 bulan, berbicara belum bisa. Kami berkesimpulan, Louice tertinggal 1 tahun karena penyakit jantungnya menghalangi peredaran gizi dan nutrisi yang dibutuhkan. Selain itu , Louice kedapatan mempunyai syndrome yang belum diidentifikasikan. Pada proses test Echogram terakhir, didapati bahwa bocor jantungnya membersar. Ditambah pula temuan baru, bahwa ada bocor kecil dalam saluran peredaran darah ke jantung.
Pada mulanya kami berencana membawa Louice ke Penang, hal ini berdasarkan beberapa keterangan bahwa disana berkualitas baik dengan harga yang sama. Kami mulai berdoa untuk dana, karena memerlukan RM 40.000 untuk operasi saja. Karena informasi pertama yang kami terima adalah di Penang maka kami berdoa untuk Penang. Dua bulan kami berdoa, informasi detail dan persiapan rumah sakit di Penang pun sudah siap, namun dana yang belum siap juga.
Beberapa terobosan diusahakan, dan pada bulan Mei 2009 kami tahu bahwa Tuhan sudah mulai buka jalan.
Salah satu yang belum kami kerjakan adalah memeberitahu dokter disini bahwa kami akan membawa Louice untuk operasi di Penang, hal ini akan kami lakukan jika persiapan sudah mencapai 40%, ini disebabkan karena jika kami mengatakan rencana ini , dokter disini akan lepas tangan.
Akhirnya setelah persiapan kami rasakan sudah mencapai 40%, kamipun memberitahu dokter yang selama ini merawat Louice bahwa kami akan membawa anak kami operasi di Malaysia, sebelumnya kami sampaikan bahwa di salah satu rumah sakit jantung di sini,memperkirakan biayanya sama dengan di Malaysia.
Sungguh tidak diduga, dokter mengatakan bahwa seharusnya Louice dibawa ke Malaysia namun bukan ke Penang, namun di Kuala Lumpur, ke sebuah rumah sakit publik terkenal. Sedikit kaget dan bingung, kamipun sepakat mencari informasi terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan rumah sakit tersebut. Keesokan harinya, Desy berhasil berkoordinasi dengan perwakilan rumah sakit tersebut dan mendapat informasi awal persiapan operasi Louice. Semakin hari semakin lengkap data yang kami miliki. Karena kompleksnya keadaan Louice, pihak rumah sakit di Kuala Lumpur harus menjalankan suatu proses dengan biaya tamabahan RM 10.000 sehingga total perkiraan RM 50.000.
Tidak ada yang tak mungkin bagi Tuhan, itu yang selalu ada dalam hati kami, selalu berharap dan berdoa untuk semua prosesnya.
Kami mohon dukungan doa dari segenap pembaca, agar proses operasi dapat dijalani Louice dengan baik.
Ini saatnya untuk melihat karyaMu Tuhan.
Tetap berjuang bersamamu Louice...dari Papi,Mami dan Cici Eunice
Read more...
Sejak hari Natal 2008 sampai 21 Januari 2008, Louice telah masuk rumah sakit 2 kali, yang pertama karena pneumonia dan kedua karena diare. Dokter menyarankan agar kami segera mengambil keputusan untuk dioperasi, karena dengan kondisi peredaran darah yang tidak normal maka daya tahan tubuhnya akan lemah juga. Ini membahayakan secar medis, jika salalh seorang dirumah mengalami sakit , maka kemungkinan besar Louice pun akan ketularan.
Dengan kondisi seperti ini, berat badan Louice sulit sekali naik, malah turun secara drastis. Melihat Louice seperti ini , kami sangat pilu, karena badannya pasti tidak enak terus.
Pada hari Rabu 21 Januari, kami putuskan untuk membawa Louice pulang setelah kami lihat Louice mulai bisa makan walaupun sedikit (selama ini dia tidak dapat minum dari botol minum dan muntah-muntah).
Pada hari Kamis, seorang hamba Tuhan datang untuk berdoa dirumah, kami dianjurkan untuk tetap berharap dan berdoa, tak lupa dia anjurkan untuk berkonsultasi kepada seorang yang punya kesaksian mengenai penyakit. Hati kami dikuatkan dan kami percaya bahwa Louice akan sembuh secara total karena Tuhan telah turun tangan menyembuhkannya.
Dalam doa kami, tetap selalu kami berharap dan percaya bahwa Tuhan tidak akan mempermalukan kami hambanya. Dia, Bapa yang penuh kuasa...
Dukungan doa dari rekan-rekan tetap kami harapkan.
Read more...